Pada suatu hari, terjadi peperangan besar di kota Jakarta. Semua area terjadi kerusuhan hingga banyak mayat yang meninggal. Ada seorang ksatria bernama Elmo. Dengan menggunakan pedangnya dia membunuh semua pembelot bahkan dia hanya mempertahankan sekolahnya sendirian. Dia sedang membawa suatu benda penting yang bisa menyelamatkan warga Jakarta. Benda tersebut harus diberi kepada seorang wanita.

Wanita tersebut pun datang ke sekolah Elmo. Gerbang sekolah sudah hancur, hanya ada sisa-sisa tumpukan mayat dimana-mana. Bahkan gedung satu pun juga sudah hancur dan ada yang sudah rubuh. Wanita tersebut terus melangkah dan maju sambil melihat sekeliling. Di rasakan bau menyengat dari tumpukan mayat tersebut. Dia pun memberanikan diri untuk terus berjalan. Akhirnya sampai di aula. Banyak darah di setiap sudut-sudut tiang. Dia menemukan suatu tangga lalu menaikinya. “Cih, ini gedung IPS. Elmo bukan di sini.” gumamnya dalam hati lalu dia turun. Tiba-tiba ada yang berteriak kesakitan, wanita tersebut langsung lari menuruni tangga dan berlari ke area kantin. “Apa itu tadi?! Mengerikan! Sepertinya area ini sudah hancur dan terjadi pembunuhan massal.” gumamnya.

Lalu wanita tersebut sampai di aula kedua. Dia melihat di panggung banyak bercak darah. Dia terus berjalan hingga menemukan tangga lagi. “Ruang guru. Mungkin aku bisa mencari bantuan.” gumamnya lagi sambil berjalan. Pada saat memasuki ruang guru, ruangan sudah sepi tidak ada siapa-siapa tetapi ruangan tersebut berantakan. “Sial! Di mana semua orang?! Di mana Elmo??” Lalu dia kembali menaiki tangga hingga ketemu lantai 3. “XI IPA 4, sepertinya ini kelasnya Elmo.” sambil melihat keadaan sekitar. Lapangan SMA dan SMP pun juga banyak mayat. Sesampainya di depan kelas. Banyak teman-temannya pada meninggal. Wanita ini pun masuk dan mencari tas Elmo. “Yes! Ketemu tasnya. Tapi kok tidak ada isinya ya?” gumamnya sambil membongkar-bongkar isi tas. Lalu dia mendengar ada suara adu pedang. “Sepertinya ini dari lantai atas.” Lalu wanita tersebut berlari ke lantai teratas yaitu enam. Dia melihat Elmo sedang beradu pedang dengan gurunya yang ternyata dari aliansi pemberontakan. “Mati lah!!” teriak guru tersebut. “Kau yang harus mati!” balas Elmo sambil mengayunkan pedangnya. Lalu Elmo melihat wanita tersebut. “Michelle? Michelle!!” teriak Elmo. Karena Elmo lengah, lengannya ke gores sama pedang sang guru. “Kamu tidak ada apa-apa dibanding saya.” ujarnya sambil senyum licik. “But i will kill you.” Lalu Elmo sambil melemparkan benda penting tersebut ke Michelle “Michelle! Ambil ini dan lari lah!” Lalu Michelle menangkapnya. “Elmo!! Berjuanglah. Aku akan menunggu mu di bawah!” teriak Michelle lalu dia berlari ke arah tanggal.

“Hey Pak Guru! You See this?” ujar Elmo sambil membuka rompi baju nya yang berisi bomb TNT. “Anda, saya…akan bersama-sama…” lalu Elmo berlari sambil mengarahkan mata pedangnya ke tubuh sang guru tersebut. “Tidak!!” teriak guru tersebut. Lalu terdengar suara ledakan dashyat dari lantai 6. Michelle yang sudah di lantai 2 panik dan terus berlari menuruni tangga. Sampailah Michelle di lapangan SMP dan melihat ke lantai 6. “ELMO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriaknya histeris. Lantai 6 sampai 4 runtuh bagian tengahnya, kemungkinan kecil untuk Elmo selamat. “Tidak!!! Kenapa…Kenapa harus terjadi! Bagaimana aku membuka file ini! Bagaimana dengan Windows 7 ini! Bagaimana cara menginstall nya!”

Akhirnya Michelle kembali pulang ke rumah dengan muka sedih dan membuka isi benda penting tersebut. Lalu membuka sebuah file bernama ET.EXE. “Kamu kalau tidak bisa install, tanya google jangan tanya saya lagi.” Begitulah isi pesan dari benda penting tersebut. Dan akhirnya Michelle selesai menginstal Windows 7.

-END-